Kamis, 31 Mei 2012

Pesona Air Terjun Curug Cikaso

 

KABUPATEN Sukabumi ternyata terkenal dengan keanekaragaman wisata alam, mulai dari pantai hingga pegunungannya. Salah satunya yang paling favorit nan megah adalah air terjun Curug Cikaso.
 
Air terjun dengan ketinggian hampir 80 meter ini memiliki 3 air terjun dan lebar tebingnya hampir 100 meter, tepatnya berada di kampung Ciniti, kelurahan Cibitung, Kecamatan Cibitung, Jampang Kulon. Lokasinya berada sekitar 70 km dari Sukabumi atau sekitar 1,5 jam bila perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
 
Curug Cikaso dihiasi bebatuan besar di kiri dan kanannya serta pepohonan, sehingga menambah keasrian alam curug ini. Masing-masing air terjun mempunyai nama. Air terjun sebelah kiri bernama Curug Asepan, tengah bernama Curug Meong dan kanan bernama Curug Aki.
 
Untuk melangkahkan kaki kita sampai di air terjun Curug Cikaso, selain bisa ditempuh dengan berjalan kaki yang menyusuri pematang sawah, juga bisa dicapai dengan naik perahu motor dengan melewati bantaran sungai. 
 
Nama asli Curug Cikaso sebenarnya Curug Ciniti, sesuai nama kampung wilayah tersebut, namun karena melewati aliran sungai Cikaso, maka masyarakat lebih banyak menyebutnya dengan nama Curug Cikaso.
 
Air terjun Curug Cikaso menjadi favorit bagi wisatawan dalam liburan panjang. Nikmati serunya basah-basahan di air terjun yang cantik ini. Bila sampai di Kampung Ciniti, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan sawah dan aliran sungai yang benar-benar bisa memanjakan mata. 
 
Beberapa meter mendekati curug sudah bisa mendengar gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Begitu sampai di Curug Cikaso, mulailah terlihat jelas lukisan alam yang indah. Air yang terjun bebas dari ketinggian hampir 80 meter makin memperkaya pemandangan.
 
Curug Cikaso terbentang megah dengan deburan airnya yang berwarna putih. Pengunjung akan disuguhkan 3 buah air terjun sekaligus. Bermain air atau berenang di kolam alami hasil hempasan air terjun adalah kegiatan yang paling seru. Jangan takut jika pakaian Anda basah, karena curug sudah dilengkapi oleh fasilitas, Curug Cikaso, lokasi air terjun ini berada di kawasan wisata Ujung Genteng. Cikaso adalah nama sungai yang mengalir dari hulunya yang terletak di Sukabumi Utara hingga berakhir dengan muaranya di Pantai Selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Dari hulu hingga muaranya, air sungai Cikaso mengaliri beberapa tebing-tebing yang curam sungai membentuk curahan air terjun yang yang menakjubkan. Lokasi wisata air terjun Cikaso ini akan menjadi pelengkap wisata bahari di Ujung Genteng setelah cukup puas menikmati pesona laut pantai-pantai di Ujung Genteng, inilah lokasi yang tepat untuk berenang di air tawar.
 
Arung jeram
 
Air yang mengalir dari Hulu di daerah pegunungan Sukabumi Utara, disepanjang alirannya menuju Sukabumi Selatan (Pantai Selatan) rupanya menghasilkan aliran yang cukup deras dengan riam dan jeram menantang bagi para pehobi olahraga air untuk kegiatan pengarungan riam (white water rafting). Sungai Cikaso memang belum banyak dikenal oleh para penggiat arung jeram, maklum letaknya jauh di daerah Jampang Kulon di pelosok pantai selatan Jawa Barat yang jauh dari lintasan umum. Padahal sungai ini mempunyai potensi yang tak kalah menarik dari sungai-sungai lain yang sudah lebih dulu diarungi. Jeram-jeramnya berkelas II sampai VI, dengan lebar sungai yang bervariasi antara 50 m hingga 100 m ditambah dengan pemandangannya yang cukup mengasyikkan karena terdapat banyak air terjun di kanan kiri sungai.
 
Menurut informasi dari penduduk setempat (Jampang Kulon), belum banyak para pelaku Arung Jeram yang mencoba berarung jeram di sungai ini. 
 
Curug Cikaso ini memang masih dikelola oleh masyarakat setempat, tiket masuknya pun masih tergolong murah meria, cukup dengan mengganti uang sebesar Rp. 1.500,-
 
Di sana sudah terdapat 4 buah warung makan, 1 buah warung souvenir yang menjual kaos- kaos bertuliskan dan bergambar Curug Cikaso serta dua buah toilet. Para pengunjung banyak yang asik berfoto ria sambil berenang atau sekedar main air sambil duduk di bebatuan. Tidak sedikit remaja yang berani berenang di pinggiran air terjun untuk sekedar mencapai batu-batu besar.
 

Misteri Keindahan Alam Green Canyon

 

Rasanya ada yang kurang kalau berlibur Pangandaran Kabupaten Ciamis, tanpa mengunjungi lokasi wisata Green Canyon. Area wisata air yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang ini menjadi favorit bagi masyarakat yang menyukai keindahan alam, berenang dialam bebas, hingga menantang adrenalin yakni berenang diarus deras atau melompat dari ketinggian 10 meter.
 
Untuk mencapai lokasi, dari wisata Pangandaran, kita bisa menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 30 menit. Pastikan mobil dalam kondisi prima karena harus melewati jalan yang kurang bagus dan bergelombang. Sementara kalau dari arah Kota Bandung, dibutuhkan sekitar enam jam perjalanan.
 
Setibanya di lokasi, pengunjung sudah disediakan parkir cukup luas yang dikelilingi rumah makan yang sederhana dan asri. Untuk masuk lokasi, pengunjung dibebankan tarif Rp70.000. Uang sebesar itu sudah termasuk tiket masuk dan sewa perahu hingga ujung tujuan Green Canyon.
 
Di pintu start itu, air Green Canyon sudah berwarna hijau. Namun tidak ada penjelasan memuaskan soal kenapa air disana berwarna hijau. Andriana, staf pengelola Green Canyon mengatakan, air tersebut sudah berwarna hijau dari dulu. Kalaupun berubah terjadi saat hujan deras, tetapi warna hijaunya tetap ada.
 
“Dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Kalau hujan deras, suka sedikit keruh. Warnanya jadi hijau kecoklatan. Tetapi tetap hijau. Tetapi hijau ini memang airnya cukup dalam sekitar tiga meteran. Jadi warnanya terpantul tumbuhan disekitar,” kata Andri kepada INILAH, belum lama ini.
 
Untuk menempuh lokasi tujuan, pengunjung harus menyusuri sungai dengan menumpang perahu tradisional. Beberapa tahun terakhir sudah lumayan karena perahunya menggunakan mesin meskipun berkekuatan knot rendah.
 
Sepanjang perjalanan, suguhan keasrian alam terpampang sangat jelas. Tebing-tebing yang terkikis air membentuk curam alami. Ada juga beberapa air terjun kecil yang terbentuk secara alami. Air sungai pun mengalir tenang menghanyutkan.
 
Setibanya di lokasi akhir, pengunjung dipaksa harus turun dari perahu. Tetapi disini keindahan alam sesungguhnya yang menjadi tujuan. Selain berenang, pengunjung bisa menyusuri sungai melewati bebatuan curam. Tak jarang kita akan bertemu air terjun hingga bebatuan yang membentuk tebing-tebing stalaktit dan stalagmi. Sementara bagi penyuka tantangan, berenang mengikuti derasnya air atau melompat dari tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter bisa jadi pilihan.
 
“Disini aman tidak ada kejadian apapun. Kalau memang ingin tantangan ekstrem, ada fasilitasnya. Pokoknya ikuti saja petunjuk guide-guide disini. Mereka sangat tahu dan paham,” ujar Ujang, guide yang membawa INILAH ke lokasi.
 
Namun selama perjalanan, pengunjung dilarang untuk berenang di sungai. Termasuk larangan untuk membuat gerakan-gerakan ekstrem disekitar perahu. Saat dikonfirmasi soal kemungkinan ada buaya, Ujang tak banyak berkomentar. “Pokoknya jangan ya. Lebih baik ikuti semua petunjuk kami,” tegasnya. (dery fitriadi ginanjar/ing) 

 

 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar